Nasihat

Do’a Adalah Ibadah

Berdo’a adalah sebuah ibadah yang seharusnya melekat pada diri seorang muslim. Terutama bagi mereka yang telah mengenal agama ini. Sadar maupun tidak, doa adalah ibadah kepada Allah Ta’ala.

Doa adalah amalan terindah yang Allah berikan kepada hambanya. Bagaimana tidak ? Engkau bisa menjalankan ibadah kepada Allah disamping itu, engkau bisa mendapatkan apa yang engkau inginkan. Betapa indahnya amalan ini. Dalam sebuah hadits Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ مِثْلَهَا . قَالُوا: إذا نكثر. قال : الله أكثريَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ

مِثْلَهَا . قَالُوا: إذا نكثر. قال : الله أكثر

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus persaudaraan melainkan Allah akan berikan salah satu dari tiga hal, (Allah) akan kabulkan doanya atau disimpan baginya di hari akhirat atau dipalingkan dari kejelekan semisal darinya. (Para shahabat) mengatakan, “Kalau begitu kita perbanyak (doa). Nabi menjawab, “Allah (akan memberikan) lebih banyak lagi.” Hadits Diriwayatkan oleh Ahmad, di Musnad, (17/213). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabul Mufrod.

Syaikh Muhammad bin Shaalih Al Utsaimin mengomentari hadits di atas :

“Tidak selayaknya seseorang merasa doanya lama tidak terkabul sehingga dengan itu ia putus asa dan tidak berdoa lagi. Seharusnya ia tetap berdoa. Karena setiap doa yang dengan itu engkau berdoa kepada Allah sejatinya adalah ibadah yang dapat mendekatkanmu kepada Allah dan menambah pahalamu.
Wahai saudaraku, selayaknya engkau terus berdoa kepada Allah Azza wa Jalla disetiap urusanmu. Baik yang sifatnya umum ataupun pribadi, baik disaat genting atau disaat senang. Andaikata tidak ada pada doa ini tidak ada selain hanya ibadah kepada Allah saja, maka sudah selayaknya seseorang bersemangat untuk mengamalkannya.”
(Diambil dari kutaib Syarah Du’aail Witr Hal 30.)

Zia Abdurrofi

Bogor, 20 September 2022

Zia Abdurrofi

Alumnus Ma'had Aly Ulun Nuha Medan (Takhassus Bahasa Arab) dan Ma'had Minhajus Sunnah Bogor (4 tahun). Saat ini, aktif sebagai mahasiswa Jurusan Syari'ah di LIPIA Jakarta.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button